Prinsip Semiotic untuk Grafis Desain, Fakultas Ilmu Komunikasi Univ Mpu Tantular

  • Bagikan

Oleh: Adnal H. S. S.I.Kom

Dalam Indonesia (bahasa) perancang grafis atau sering disebut dengan Desainer grafis (bahasa Inggris: Graphic Designer) adalah profesi yang menciptakan sebuah karya ilustrasi, tipografi, fotografi, atau grafis motion dengan disertai elemen-elemen seni visual, text, dan warna.

Seorang desainer grafis menciptakan karya untuk penerbit, media cetak dan elektronik, seperti brosur dan mengiklankan produk. Mereka bertanggung jawab untuk sebuah tampilan agar tampak menarik, yang bisa diaplikasikan dalam berbagai bentuk materi promosi yang berkaitan dengan produk dan publik.

Perancang Grafis bertugas untuk menyampaikan sebuah informasi atau pesan yang diinginkan dalam bentuk desain yang menarik, bisa dikatakan komunikasi visual.

Sementara Semiotic (Semiotik) adalah ilmu tentang tanda-tanda atau simbol, tentu mudah dipahami bahwa untuk menggambarkan suatu pesan atau informasi secara visual diperlukan suatu gambar yang akan ditafsirkan sama oleh semua orang yang akan menerima pesan.

Hal itu mempelajari makna tanda-tanda sehingga Anda menjadi paham, namun bagaimana dengan target audiensi Anda, apakah ia harus ikut mempelajari semiotik sebelum memahami gambar pesan Anda?

Oleh karena itu Semiotic bisa dikatakan sebagai ilmu untuk memahami konteks secara umum yang berlaku di masyarakat yang akan menjadi target kita.

Ilmu Semiotic sudah dipelajari dan dikembangkan sejak ber-abad-abad yang lalu, menurut istilah semiotikos berarti penafsiran tanda-tanda. Di Yunani, medicine semiotic, atau minat pada yang disebut sebagai tanda-tanda diagnosis, merupakan satu dari tiga cabang ilmu kedokteran.

Para filsuf banyak sekali memberi perhatian kepada semiotic. Di abad pertengahan sejumlah sarjana menilai teori yang meliput banyak hal tentang tanda-tanda yang dikenal sebagai “scienta sermocinalis”, yang terdiri dari:

  • tata bahasa
  • logika
  • rhetoric/kecakapan berbicara

Semiotic dari Kacamata Desain Grafis

Semiotic dilihat dari kacamata dunia Desain Grafis, adalah ilmu komunikasi yang berkenaan dengan pengertian tanda-tanda,simbol,isyarat serta penerapannya.

Studi tentang pemaknaan semiotic menyangkut aspek-aspek budaya, adat istiadat, atau kebiasaan di masyarakat, semiotic dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:

  1. Semantik, berkenaan dengan makna dan konsep.
  2. Pragmatik, berkenaan dengan teknis dan praktis.
  3. Sintaktik, berkenaan dengan keterpaduan dan keseragaman.

Semantik Simbolik

Suatu simbolisasi yang memiliki/mengandung suatu makna atau pesan, contohnya:

(dok/adnal)
(dok/adnal)

Semiotik Tanda sebagai Penyampaian Pesan dan Makna

(Istimewa)
(Istimewa)

 

(Istimewa)
(Istimewa)

 

Contoh Grafis Design (Infografis) yang saya buat dalam Media Berita 

 

 

Kesimpulannya adalah jika anda seorang desain grafis, anda harus mampu membuat suatu desain dengan ide cemerlang yang memiliki makna dan penyampaian pesan secara visual, terutama dalam membuat desain yang memiliki unsur-unsur semiotik, dalam hal desain anda perlu menciptakan sebuah desain yang memiliki makna, ketika orang melihat desain anda, orang itu secara tidak langsung akan paham  dan mengerti atas apa yang desain anda ciptakan.

Tentu nya dalam mendesain anda harus menguasi aplikasi (software) desain seperti Adobe PhotoShop, Adobe Illustrator, Adobe Indesign, dan Corel Draw.

 

Penulis Adalah Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mpu Tantular Jakart Timur yang Sekarang Bekerja sebagai Senior Design Graphic di Portal Berita Satukan Indonesia Media

 

  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *