Teropong Pembelajaran Dimasa Pandemi Covid-19

  • Bagikan
Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom.

Oleh: Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom.

Dimasa Pandemi Covid-19 ini banyak hal yang membuat kita menjadi kreatif. Sebagai dosen atau guru yang profesinya selalu memberi ilmu, pengetahuan dan pengalamannya kepada peserta didik dituntut bagaimana peserta didik bisa menyerap informasi yang diberikan dan mudah diaplikasikan.

Tantangan ini membuat para pendidik mulai kreatif dalam memberikan strategi pembelajaran melalui beragam aplikasi online baik zoom, google meet dan lainnya.

Sasaran pembelajaran adalah terjadinya proses belajar yang dilakukan oleh peserta didik dalam mempelajari materi pembelajaran tertentu.

Tenaga pendidik Guru atau Dosen memberi rangsangan dan dorongan kepada peserta didik untuk mempelajari materi yang diberikan.

Dalam proses mempelajarinya perlu adanya bimbingan dan arahan, sehingga dapat mencapai tujuan yang direncanakan. Proses pembelajaran merupakan suatu rangkaian kegiatan yang mempunyai tujuan, yaitu diperolehnya hasil belajar pada diri peserta didik.

Adanya komunikasi sebagai proses yang dinamis, di mana pesan ditransmit melalui proses encoding dan decoding. Encoding adalah translasi yang dilakukan oleh sumber atas sebuah pesan, dan decoding adalah tranlasi yang dilakukan oleh penerima terhadap pesan yang berasal dari sumber.

Keduanya saling mempengaruhi satu sama lain. Sama halnya dalam proses pembelajaran daring antara tenaga pendidik, peserta didik dan orangtua ada segitiga emas yang tidak bisa dipisahkan saling berkaitan dan tanpa ada komunikasi  maka pesan tidak sampai.

Hanya orang-orang yang kreatif yang mampu memberikan respon stimulus yang positif bagi peserta didiknya. Dimasa pendemi ini hampir semua tenaga pendidik merangsang gaya pembelajaran dengan menyeimbangkan otak kanan dan otak kirinya untuk menemuakan ide-ide kreatif agar mampu memberikan yang terbaik buat anak-anak bangsa, anak-anak yang cerdas dan berguna buat bangsa dan negara.

Pendidikan dibuat untuk menghasilkan pengetahuan yang cemerlang, tetapi pengetahuan itu hanya akan mampu diterapkan oleh orang yang kreatif yang berproses hingga menghasilkan output yang cemerlang.

Penulis Adalah Dosen di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mpu Tantular Jakarta Timur

  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *