Pandemi Covid 19 dan Dinamika Ekonomi Negara

  • Bagikan
Adnal Silaban, S.I.Kom Foto/Facebook

Opini: Adnal H. S, S.I.Kom

Saat ini, dunia sedang menghadapi masalah besar. Berawal dari munculnya suatu wabah penyakit yang disebabkan oleh virus, yaitu virus corona yang akrab disebut Covid 19, hampir dari semua segi aspek kehidupan mengalami perubahan  yang semakin hari semakin mengkhawatirkan, mengerikan, dan mendebarkan seluruh isi dunia.

Dunia perekonomian semakin lemah, hubungan sosial semakin menurun yang menyebabkan kurangnya interaksi dan kepedulian terhadap sesama, sektor usah terkena imbas dari situasi pandemi saat ini, pengusaha dan pedagang mengalami penghasilan yang buruk tidak seperti biasanya dan juga terbatas karena PPKM.

Seperti kita ketahui bahwa selain pandemi, permasalahan di Indonesia ini masih sangat banyak salah satunya hutang negara, seperti kita ketahui bahwa hutang negara sampai saat ini belum usai, Kementerian Keuangan mencatat posisi utang pemerintah sampai akhir Juni 2021 sebesar Rp 6.554,56 triliun.  Angka tersebut 41,35 persen dari rasio utang pemerintah terhadap PDB.

Secara nominal, posisi utang Pemerintah Pusat mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Hal ini disebabkan oleh kondisi ekonomi Indonesia yang masih berada dalam fase pemulihan akibat perlambatan ekonomi yang terjadi di masa pandemi Covid-19.

Baru-baru ini kita juga mendengar bahwa perusahaan BUMN PT. Hutama Karya (HK) mau menjual jalan tol trans sumatera (JTTS) ini menandakan bahwa keadaan semakin gawat darurat.

Kini, perlahan-lahan perekonomian Indonesia mulai bangkit. Ekonomi kuartal II 2021 melesat 7,07 persen secara tahunan (year on year).

Pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021 capai 7,07 persen, namun harus tetap waspada ekonomi di kuartal III dan kuartal IV 2021 akan alami dampak kebijakan PPKM yang dilakukan.

Maka dari itu Pemerintah  harus benar-benar maksimal dalam menangani pandemi dan kondisi ekonomi negara saat ini, rakyat Indonesia berharap semoga pandemi ini cepat usai, keadaan menjadi lebih normal, semua kembali pulih seperti dahulu kala, saling hidup berdampingan tanpa dibayang-bayangi oleh virus mematikan.

Penulis Adalah Senior Graphic Design di Satukan Indonesia Media

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *