Pengungsi dari Afghanistan Masih di Pangkalan Qatar

  • Bagikan
Pengungsi dari Afghanistan tiba di pangkalan udara AS al-Udeid, ibu kota Qatar, Doha, 21 Agustus 2021/dok. Kantor Komunikasi Pemerintah Qatar /
Pengungsi dari Afghanistan tiba di pangkalan udara AS al-Udeid, ibu kota Qatar, Doha, 21 Agustus 2021/dok. Kantor Komunikasi Pemerintah Qatar /

RagamOpini.com Kurang dari 1.400 orang masih berada di pangkalan militer AS di sana, ungkap Brigadir Jenderal Gerald Donohue dari Afghanistan pada Sabtu (4/9).

AS mengevakuasi sekitar 124.000 orang dari Kabul bulan lalu sebagai bagian dari pengangkutan udara besar-besaran yang dipimpin AS terhadap warganya, warga Afghanistan dan warga negara lainnya ketika Taliban menguasai negara itu.

Jenderal Gerald Donohue mengatakan kepada wartawan beberapa dari mereka yang telah diterbangkan keluar dari Qatar sekarang berada di Amerika Serikat (AS), sementara yang lain berada di Eropa, di mana mereka sedang diproses. Baca Juga: Serangan Drone AS Tewaskan Tujuh Anak Afghanistan

Sebagian besar dari 1.400 orang yang masih berada di pangkalan Al Udeid di Qatar dijadwalkan diterbangkan pada Sabtu.

“Kelompok kecil pengungsi yang membutuhkan perawatan medis akan tinggal di Qatar sampai dapat melakukan perjalanan,” ujar dia.

“Warga negara Afghanistan dan non-Afghanistan telah diterbangkan ke Al Udeid dan pada puncaknya ada lebih dari 17.500 pengungsi di pangkalan pada satu titik waktu,” papar jenderal itu.

Baca Juga: Sistem Rudal Suriah Tembak Jatuh 21 dari 24 Rudal Israel

Dia menambahkan, “Sembilan bayi lahir di pangkalan selama misi evakuasi.” Setelah perebutan untuk mengevakuasi warga Afghanistan yang rentan, ribuan orang, beberapa orang tanpa dokumentasi atau aplikasi visa AS yang tertunda, yang lain dalam keluarga dengan status imigrasi campuran, sekarang menunggu di “pusat transit” di negara ketiga.

Warga Afghanistan harus mengatasi rintangan birokrasi imigrasi untuk akhirnya bisa memasuki Amerika Serikat.

Baca Juga: Israel Kesal, Lantaran Amerika Serikat Berencana Kembali Buka ‘Kedutaan’ di Palestina di Yerusalem

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *